Dendeng sapi komersial mengandung lemak tinggi, natrium tinggi, dan pengawet. Lagi pula, kata dendeng berarti metode atau proses pengeringan dan pengasinan daging sapi. Namun, dendeng saat ini sangat berbeda dari pendahulunya; kandungan lemaknya lebih rendah dan proteinnya lebih tinggi dari sebelumnya, menjadikannya pilihan menarik untuk memuaskan keinginan ngemil Anda dalam diet rendah karbohidrat. Tetapi dendeng sapi bukanlah pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan. Berikut 5 alasan terburuknya.
5 Alasan Terburuk untuk Menghindari Daging Kering (Beef Jerky) untuk Menurunkan Berat Badan.
1. Terlalu Banyak Natrium.
Sebagian besar dendeng sapi yang diproduksi secara komersial mengandung banyak natrium. Satu ons dari beberapa merek dapat mengandung lebih dari 600 mg natrium, yang hampir seperempat dari asupan harian yang direkomendasikan. Itu banyak sekali garam! Terlalu banyak natrium dapat menyebabkan retensi air, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Sebuah penelitian menemukan bahwa di antara peserta yang telah didiagnosis dengan tekanan darah tinggi, Mereka yang mengonsumsi lebih dari 1 gram natrium per hari memiliki kemungkinan sekitar 50% lebih besar untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari 500 mg/hari.(1)
2. Protein Berkualitas Rendah.
Komersial daging sapi Dendeng juga cenderung rendah protein karena mengandung banyak gula dan lemak. Ada sumber protein yang lebih baik. protein ada di luar sana yang mengemas lebih banyak nutrisi dalam kalori yang lebih sedikit seperti dada ayam, tuna atau bahkan telur.

3. Proses Penggemukan.
Proses pembuatan dendeng sapi komersial biasanya melibatkan penggorengan dalam minyak dengan suhu sangat tinggi sebelum dikeringkan dalam oven dan dilapisi gula atau bumbu lainnya, yang sangat tidak sehat untuk kesehatan secara keseluruhan.
4. Dapat Mengurangi Metabolisme.
Meskipun sebagian orang mungkin berpikir bahwa dendeng sapi dapat membantu menurunkan berat badan, sebenarnya justru dapat memberikan efek sebaliknya. Salah satu alasannya adalah karena dapat mengurangi metabolisme. Kandungan garam yang tinggi dalam dendeng sapi dapat menyebabkan retensi air, yang dapat menyebabkan penurunan metabolisme.
| Baca Sekarang: Apa itu Metabolisme dan Bagaimana Cara Kerjanya? |
5. Nilai Gizi Rendah.
Jika berbicara tentang dendeng sapi dan penurunan berat badan, salah satu kekhawatiran terbesar adalah nilai gizinya yang rendah. Meskipun dendeng sapi mengandung protein, kandungan natrium dan lemaknya juga sangat tinggi. Selain itu, proses pengeringan menghilangkan banyak vitamin dan mineral yang terdapat dalam daging sapi segar.
Jadi, jika Anda mencari camilan bergizi yang dapat membantu menurunkan berat badan, dendeng sapi bukanlah pilihan yang tepat. Untungnya, ada banyak pilihan lain yang bisa dipertimbangkan, termasuk:
- Kerupuk bebas gluten dengan hummus atau selai kacang.
- Batang granola tanpa gula.
- Keripik pita tanpa gula.
- Kue beras tanpa gula.
Intinya.
Kesimpulannya, dendeng sapi bukanlah pilihan camilan sehat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Kandungan lemak dan natrium yang tinggi dapat menyebabkan penambahan berat badan, dan pengawetnya dapat berbahaya bagi kesehatan. Jika Anda mencari pilihan camilan sehat, pilihlah buah atau sayuran. Pilihan ini tidak hanya akan membantu Anda tetap sesuai dengan tujuan diet Anda, tetapi juga menawarkan lebih banyak manfaat nutrisi daripada kebanyakan camilan di pasaran. Ditambah lagi, rasanya enak!
+1 Sumber
Freaktofit memiliki pedoman sumber yang ketat dan bergantung pada studi peer-review, lembaga penelitian pendidikan, dan organisasi medis. Kami menghindari penggunaan referensi tersier. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami memastikan konten kami akurat dan terkini dengan membaca kebijakan editorial.
Olahraga

Meditasi






Siniar
Buku elektronik




